DIES NATALIS FKM KE-24 : PERESMIAN UNIT ADVOKASI BERHENTI MEROKOK

Sebagai satu-satunya fakultas di Undip yang mencanangkan
kampus bebas asap rokok, FKM mulai mendirikan bilik merokok dan Unit
Advokasi Berhenti Merokok (UABM). Tujuan didirikan klinik berhenti
merokok adalah sebagai upaya untuk membantu ketergantungan merokok
bagi masyarakat kampus dan di luar kampus FKM Undip. Serta, sebagai
sarana pendidikan dan promosi tentang bahaya asap rokok atau merokok.
Di dalam klinik berhenti merokok terdapat beberapa fasilitas diantaranya
buku-buku, leaflet dan film tentang bahaya merokok. Klinik tersebut dapat
dimanfaatkan oleh semua warga yang berada di lingkungan kampus.
Sedangkan bilik rokok itu sendiri merupakan tempat atau ruangan khusus
dimana seseorang diperbolehkan melakukan aktivitas merokok.
“Penempatan bilik rokok memang sengaja ditempatkan di
pojok dekat area parkir kendaraan bermotor agar jauh dari
kawasan bebas asap rokok”, ungkap ibu Dra. VG Tinuk
Istiarti, MKes selaku Dekan FKM. Ibu Dra. Chriswardani,
MKes mengemukakan bahwa fakultas mengeluarkan
anggaran untuk bilik rokok sebesar tiga juta rupiah.
Sedangkan untuk klinik berhenti merokok, FKM
mendapatkan bantuan dari Dinkes Jateng berupa meja,
kursi, tempat tidur dan barang-barang yang ada di
ruangan tersebut.
Awal berdirinya bilik dan klinik berhenti
merokok ini dimulai dari gagasan para mahasiswa FKM yang ingin memiliki kampus bebas asap rokok. Setelah itu gagasan

tersebut dipaparkan lewat BEM dan SENAT dan kemudian diajukan kepada
pimpinan fakultas yaitu Dekan FKM. Setelah itu civitas akademik pun
menyetujui gagasan tersebut, lalu terbentuklah surat keputusan no.
60/H7.1.18/SK/2008 tentang penetapan FKM Undip sebagai kawasan
bebas asap rokok.
UABM tersebut diresmikan pada Kamis, 5 Maret 2009,
bertepatan dengan Peringatan Dies Natalis FKM Undip yang ke-24. Acara
yang bertajuk menyongsong seperempat abad FKM ini dihadiri oleh para
pejabat tinggi Fakultas dan Universitas serta beberapa tamu undangan di
luar Undip. Selain itu, juga hadir berbagai macam lembaga pers ternama
untuk meliput acara tersebut.
Dalam sambutannya, Rektor Undip, Prof. Dr.dr. Susilo Wibowo,
MS.Med.,Sp, menyampaikan tanggapan yang bagus terhadap FKM karena
FKM telah melangkah lebih maju dibandingkan fakultas lain dalam hal
menerbitkan kawasan kampus bebas asap rokok. Ibu Dra.V.G Tinuk Istiarti,
M.Kes selaku Dekan FKM menyampaikan bahwa akan dikenakannya
sanksi bagi civitas akademik yang diketahui merokok
dengan memberikan teguran dan denda sebesar Rp
50.000,00. Harapan Beliau bahwa kedepannya FKM dapat
mensosialisasikan secara berlanjut tentang kawasan bebas
asap rokok di 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah, serta
kerjasama Dinas Kesehatan provinsi sebagai fasilitator. Ibu
Tinuk juga melakukan penyematan PIN SATGAS kepada
perwakilan dosen, karyawan, dan mahasiswa.
Para civitas akademika berharap semoga perayaan seperempat
abad FKM yang ditandai dengan peresmian UABM benar-benar akan
memberikan dampak positif. Khususnya warga FKM yang telah kecanduan
rokok dapat memperoleh pengetahuan yang lebih tentang bahaya rokok
sehingga mereka sadar dan mulai berhenti merokok. (-Shinta PU dan NuR KH )

Explore posts in the same categories: EDISI I/TAHUN IV/MARET 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: