Fenomena Tahunan Kala Musim Penghujan

Musim penghujan selalu mengisyaratkan bahwa rintik hujan yang
mengguyur sebagian besar wilayah Indonesia akan berpotensi
menyebabkan banjir. Tingginya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir
membuat kota-kota besar tak terhindar dari bencana ini. Tidak terkecuali kota
Semarang.
Semarang Kaline Banjir, sepenggal lirik dari sebuah lagu itu seakan
sudah melekat dengan kota Semarang. Seakan ada sesuatu yang justru aneh
jika tidak ada banjir di Semarang saat musim penghujan. Ruas jalan kota,
perumahan, maupun instansii pendidikan tidak luput dari genangan air yang
turun dari langit ini.
Lalu siapa yang patut disalahkan dengan fenomena tahunan ini??
Selama ini Semarang dijuluki sebagai kota aman dan tertib. Namun, julukan
tersebut tidak sejalan dengan perilaku warganya yang masih memiliki kebiasaan
membuang sampah sembarangan, ataupun mendirikan bangunan di daerah
resapan air hingga akhirnya menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir. Tata
kota yang salah juga diduga sebagai penyebab banjir di kota Semarang.
Banjir menyebabkan sebagian besar korbannya mengalami kerugian
baik moril maupun materil. Tidak hanya itu, ancaman berupa gangguan
kesehatan juga kerap “menghantui” para korban banjir, seperti timbulnya
berbagai penyakit mulai dari demam berdarah, leptospirosis, demam tifoid
sampai muntaber.
Ada beberapa cara mengantisipasi masalah kesehatan yang muncul
saat dan sesudah banjir yaitu dengan melakukan upaya-upaya, antara lain:
* Purifikasi air minum dan air untuk memasak
* Segera desinfeksi sumur setelah banjir surut
* Menjaga agar makanan tidak terkontaminasi air banjir yang banyak
mengandung kuman
* Hati-hati dengan makanan yang menjadi basi akibat disimpan di lemari es
yang listriknya terputus
* Mengontrol nyamuk, termasuk membersihkan jentik-jentik
* Menjaga sanitasi dan personal hygiene
* Menyiapkan obat anti muntaber, oralit, maupun obat-obatan agar terhindar
dari masalah kesehatan yang diakibatkan banjir.
Oleh karena itu, mengingat banjir selalu menjadi fenomena tahunan
di kota Semarang dan banyak penyakit yang timbul karenanya, warga diminta
agar selalu waspada jika musim hujan sudah mulai tiba. Tidak hanya warga di
Semarang bagian bawah, warga yang tinggal di daerah atas dan perbukitan juga
diminta untuk mewaspadai lingkungannya. Mengutamakan keselamatan jiwa,
terutama apabila ada rekahan tanah bukit dan mencari tempat lain yang lebih
aman. (-fina-)

Explore posts in the same categories: EDISI I/TAHUN IV/MARET 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: