SPPReg 1 Reg 2 Status Sama,Biaya Beda??

ahun 2008 merupakan masa transisi pergantian nama ekstensi
menjadi reguler 2. Pak Ari Suwondo, selaku Pembantu Dekan I FKM
Undip menyatakan bahwa perubahan status ekstensi ini sudah diakui
secara nasional. Hal ini dilatarbelakangi oleh adanya penolakan lulusan
ekstensi pada saat melamar pekerjaan. Namun, untuk mahasiswa ekstensi
akan mendapat gelar yang sama dengan mahasiswa reguler saat kelulusan.
Beliau juga menambahkan bahwa mahasiswa Reg 1 dan Reg 2
mendapatkan kesempatan sama untuk meningkatkan prestasi akademik.
Mengenai masalah jadwal akademik dan fasilitas tidak dibedakan antara satu
dan lainnya. Namun, yang menjadi pertanyaan, mengapa biaya Sumbangan
Pembangunan Pendidikan alias SPP Reg 1 dan Reg 2 berbeda, yaa? Yuuk, kita
kupas topik yang satu ini..
Dasar menentukan biaya kuliah yang beraneka ragam seperti SPI,
SPP, SPMP, dan PRKP tertuang dalam Surat Keputusan Rektor Undip tahun
2008: 180/ SK/ H7/ 2008. Keputusan ini diperoleh setelah mengalami proses
yang panjang. Bu Criswardhani selaku Pembantu Dekan II FKM Undip
menerangkan bahwa proses berawal dari diskusi Pembantu Rektor II bersama
para Dekan dan Pembantu Dekan II masing-masing fakultas. Kemudian
diadakan rapat senat mahasiswa untuk mendapatkan usulan se-Undip yang
selanjutnya menghasilkan keputusan bersama dalam Surat Keputusan Rektor
Undip.
Terdapat selisih sebesar Rp 625.000,00 antara SPP Reg 1 dan Reg
2. ”Selisih biaya SPP Reguler 1 dan Reguler 2 ini masih wajar dan tidak berbeda
jauh. Perlu diketahui bahwa dibutuhkan biaya operasional tambahan bagi
Reguler 2. Sedangkan untuk memperlancar kegiatan perkuliahan,
meningkatkan kualitas pendidikan dan memperbaiki struktur fakultas
ditambahkan biaya SPMP bagi Reguler 2. Bahkan dalam tahun 2008 biaya SPP
tidak mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya. Jadi keputusan rektor ini
menurut saya tidak cukup memberatkan,” jelas Bu Criswardhani.
Kebijakan rektor tentang biaya perkuliahan khususnya SPP,
mendapat reaksi yang berbeda dari pihak mahasiswa reguler 2. Mahasiswa ”X”
menyatakan setuju akan perbedaan biaya reguler 1 dan 2 karena jalur tes yang
diikutipun berbeda, sedangkan Mahasiswa ”Y” menyatakan kurang setuju akan
perbedaan biaya ini karena fasilitas yang diterima sama dengan reguler 1.
”Seharusnya fasilitas yang diterima reguler 2 jauh lebih baik karena biaya
reguler 2 jauh lebih mahal daripada reguler 1. Jika sama-sama reguler kenapa
harus dibedakan? Belum lagi tambahan dari biaya SPMP dan BMOM yang
menurut saya cukup memberatkan,” terang mahasiswa Y tersebut.
Untuk meningkatkan kualitas pendidikan dibutuhkan biaya yang
tidak murah. Bagi mahasiswa yang aktif dan berpikir kritis, pasti memiliki solusi
untuk memecahkan masalah biaya tersebut. Peluang beasiswa bagi
mahasiswa FKM yang kurang mampu untuk mendapatkan beasiswa sangat
besar. Banyak institusi luar maupun dalam yang menawarkan beasiswa kepada
para mahasiswa. Sedangkan bagi mahasiwa yang sudah mampu dapat
membantu temannya yang kurang mampu lewat program KPK (Kita PeduliKawan). (-Ania-)

Explore posts in the same categories: EDISI I/TAHUN IV/MARET 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: