stophiva – mengenal HIV-AIDS

Permasalahan HIV/AIDS telah sejak lama menjadi isu bersama yang terus menyedot perhatian berbagai kalangan, terutama sektor kesehatan. Namun sesungguhnya masih banyak informasi dan pemahaman tentang permasalahan kesehaan ini yang masih belum diketahui lebih jauh oleh masyarakat. Apakah AIDS itu? HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus penyebab AIDS. HIV terdapat dalam cairan tubuh seseorang seperti darah, cairan kelamin (air mani atau cairan vagina yang telah terinfeksi) dan air susu ibu yang telah terinfeksi. Seseorang yang telah terinfeksi virus ini beresiko terkana AIDS. AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) yaitu sindrom menurunnya kekebalan tubuh yang disebabkan oleh HIV. Orang yang mengidap AIDS amat mudah tertukar oleh berbagai macam penyakit karena sistem kekebalan tubuh penderita telah menurun. Mengapa AIDS memerlukan perhatian khusus? 1. Belum ada obatnya dan belum ada vaksin yang bisa mencegah 2. Pengidap virus menjadi pembawa dan dapat menularkan penyakit seumur hidupnya, walaupun tidak merasa sakit dan tampak sehat 3. Biaya pengobatan mahal 4. Penyakit ini telah menyebar cepat ke seluruh dunia, sebagian besar ditularkan melalui hubungan seks Bagaimana HIV ditularkan? Penularan Secara Seksual: HIV dapat ditularkan melalui seks penetratif yang tidak terlindungi. Sangat sulit untuk menentukan kemungkinan terjadinya infeksi melalui hubungan seks, kendatipun demikian diketahui bahwa risiko infeksi melalui seks vaginal umumnya tinggi. Penularan melalui seks anal dilaporkan memiliki risiko 10 kali lebih tinggi dari seks vaginal. Seseorang dengan infeksi menular seksual (IMS) yang tidak diobati, khususnya yang berkaitan dengan tukak/luka dan duh (cairan yang keluar dari tubuh) memiliki rata-rata 6-10 kali lebih tinggi kemungkinan untuk menularkan atau terjangkit HIV selama hubungan seksual. Penularan melalui pemakaian jarum suntik secara bergantian: Menggunakan kembali atau memakai jarum secara bergantian merupakan cara penularan HIV yang sangat efisien. Risiko penularan dapat diturunkan secara berarti di kalangan pengguna narkoba suntikan dengan penggunaan jarum baru yang sekali pakai, atau dengan melakukan sterilisasi jarum yang tepat sebelum digunakan kembali. Penularan dari Ibu ke Anak: HIV dapat ditularkan ke anak selama masa kehamilan, pada proses persalinan, dan saat menyusui. Pada umumnya, terdapat 15-30% risiko penularan dari ibu ke anak sebelum dan sesudah kelahiran. Sejumlah faktor dapat mempengaruhi risiko infeksi, khususnya jumlah virus (viral load) dari ibu pada saat kelahiran (semakin tinggi jumlah virus, semakin tinggi pula risikonya.). Penularan dari ibu ke anak setelah kelahiran dapat juga terjadi melalui pemberian air susu ibu. Bagaimana Cara Pencegahan penularan? A Anda hindari hubungan seks berganti-ganti B Bersikap saling setia C Cegah dengan menggunakan kondom D Dihindari pemakaian narkoba suntik E Education, pendidikan dan penyuluhan HIV/ AIDS Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) tidak ada bedanya dengan kita. Mereka juga mempunyai hak, keuntungan dan kesempatan yang sama.

Explore posts in the same categories: EDISI I/TAHUN IV/MARET 2009

One Comment pada “stophiva – mengenal HIV-AIDS”

  1. rifai Says:

    mas kalau kebanyakan masyarakat mengenal hiv melalui media apa ya?
    selain dari seminar-seminar kesehatan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: