GAMAIS-RA. KARTINI DAN ISLAM

Selama ini R.A. Kartini lebih dikenal sebagai pelopor perjuangan emansipasi wanita di Indonesia. Riwayat R.A. Kartini telah menjadi sumber ilham yang tak pernah kering. Hari kelahirannya, 21 April, menjadi hari peringatan nasional. Padahal, sebagai pribadi yang dilahirkan dari ibu yang keturunan kyai, pergulatan R.A.Kartini dengan tema-tema keislaman sangatlah menarik. Sehingga pada kesempatan ini akan dibahas percikan pemikiran keagamaan R.A.Kartini.

Di tengah kesepian dalam pingitan, pandangan-pandangan Kartini tentang tema-tema keagamaan begitu mendalam. Kartini melakoni dan memahami Islam tidak taken for granted. Baginya, berislam haruslah masuk akal dan sesuai dengan pemikiran. Ia mengakui kalau keislaman yang ia anut adalah semacam turunan dari nenek moyangnya. Walau begitu, jiwa pencarian Kartini tak pernah mati, “Tibalah waktunya jiwaku mulai bertanya: mengapa aku lakukan ini, mengapa ini begini dan itu begitu?’” Pergolakan Kartini tentang keislaman begitu dahsyat sehingga ’sesuatu’ yang tak dia pahami, dia tinggalkan. Dia lebih mengedepankan hal-hal yang masuk akal, hal yang bersifat substantif dibanding formalitas tapi tak dia mengerti.

Tidak heran kalau Kartini punya pemikiran demikian. Selain faktor teman yang kebanyakan orang-orang barat, kaum muslim di sekeliling Kartini juga punya pemahaman yang salah terhadap Islam. Mereka mengajarkan Islam tanpa memahamkan apa yang diajarkan. Seperti isi surat kartini kepada stella berikut ini. “Bagaimana aku dapat mencintai agamaku kalau aku tidak mengerti dan tidak boleh memahaminya. Al Qur’an terlalu suci, tidak boleh diterjemahkan ke dalam bahasa apapun. Di sini tidak ada yang mengerti bahasa Arab. Orang-orang di sini belajar membaca Al Qur’an tapi tidak mengerti apa yang dibacanya. Kupikir, pekerjaan orang gilakah, orang diajar membaca tapi tidak mengerti apa yg dibacanya.” [surat kepada Stella, 6 Nov 1899]. Perlu diketahui, pada waktu pemerintahan Hindia Belanda umat muslim memang dibolehkan mengajarkan Al Qur’an dengan syarat tidak diterjemahkan alias cuma belajar baca huruf arab

Suatu ketika Kartini mengikuti pengajian di rumah pamannya. Kartini tertarik kepada materi yg sedang diberikan, tafsir Al Fatihah, oleh Kyai Saleh Darat. Setelah selesai pengajian, Kartini menemui Kyai Sholeh Darat dan menceritakan bahwa selama hidupnya baru kali itulah dia sempat mengerti makna dan arti surat Al Fatihah, yang isinya begitu indah menggetarkan hati. Kemudian Kartini meminta Kyai Sholeh menerjemahkan Al Qur’an dalam bahasa Jawa di dalam sebuah buku berjudul Faidhur Rahman Fit Tafsiril Quran jilid pertama yang terdiri dari 13 juz, mulai surat Al Fatihah hingga surat Ibrahim. Akhirnya hal ini cukup membuka pikiran Kartini dalam mengenal Islam.

Tahu nggak? Sebenarnya ungkapan Habis Gelap Terbitlah Terang itu sebenarnya Kartini temukan dalam surat Al Baqarah ayat 257, yaitu firman Allah”…minazh-zhulumaati ilan-nuur” yang artinya “dari kegelapan-kegelapan (kekufuran) menuju cahaya (Islam)”. Oleh Kartini diungkapkan dalam bahasa Belanda “Door Duisternis Tot Licht”. dan kemudian oleh Armien pane yang menerjemahkan kumpulan surat-surat Kartini diungkapkan menjadi “Habis Gelap Terbitlah Terang”.

Kartini meninggal dalam usia muda yaitu 25 tahun, empat hari setelah melahirkan putranya. Ia tak sempat belajar Islam lebih dalam. Namun, yang patut disayangkan kebanyakan orang mengetahui Ibu Kartini hanyalah sekedar pejuang emansipasi wanita. Banyak orang yang tidak tahu perjalanan Kartini menemukan Islam dan perubahan pola pikirnya. Smoga tulisan ini dapat menggugah kita untuk tahu lebih dalam tentang R.A. KARTINI, daripada sekedar peringatan tahunan tanpa makna.

Explore posts in the same categories: EDISI II/TAHUN IV/APRIL 2009

One Comment pada “GAMAIS-RA. KARTINI DAN ISLAM”

  1. pakhanung Says:

    silaturrahmi blog


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: