Gedung D, Riwayatmu Kini…..

Beberapa bulan yang lalu pembangunan Lantai dua gedung D mulai dilanjutkan. Namun, baru sampai pembangunan rangka bangunan, proyek ini terhenti lagi. Mengapa demikian? Bu Chriswardani selaku Pembantu Dekan II FKM Undip menerangkan, alasan utama penghambat proyek ini adalah keterbatasan dana dan rumitnya proses yang berlangsung di dalamnya. Setiap membuat proyek besar diperlukan dana yang besar pula. Pengeluaran dana untuk investment cost, operational cost dan maintenance diatur oleh pihak Universitas dan diawasi oleh Badan Penilaian dan Evaluasi (BPE) dari Undip, sehingga tidak bisa sembarangan dalam penggunaan hak milik Universitas.

Sumber dana dari proyek yang bernilai milyaran rupiah ini berasal dari DIPO BLU yang berupa dana pokok dari masyarakat atau mahasiswa berupa SPI, SPP, SPMP dan PRKP; dana dari Pemerintah; dana dari luar negri seperti pinjaman dan hibah serta sumber dana lain dari Unit-unit yang ada di Undip.

Proyek follow up gedung D ini sudah mulai dilakukan, seperti diadakan lelang terbuka yang dihadiri 20 kontraktor dan aanwijzing atau penjelasan pekerjaan dalam bentuk RKS, RAB dan gambar kerja. Proses-proses lain yang belum dikerjakan antara lain pembukaan, penawaran, evaluasi, penetapan pemenang yang akan diumumkan hasilnya di koran lokal dan nasional, penyusunan kontrak, pengerjaan, serah terima dan pemeliharaan selama enam bulan.

Pengerjaan pembangunan Gedung D akan dilakukan selama 150 hari sampai bulan September. Kemudian akhir Oktober atau November gedung D siap ditempati. Pada akhir 2009 tidak hanya lantai dua saja yang selesai tetapi juga full lantai tiga hingga atapnya.

Penggunaan gedung D kedepannya, lantai satu tetap digunakan sebagai laboratorium komputer dan perpustakaan. Untuk lantai dua merupakan ruang unit pengembangan, ruang diskusi dan ruang kelas kuliah ukuran besar. Sedangkan lantai tiga akan difungsikan sebagai integrated laboratorium dan ruang kelas peminatan. Sehingga seperti laboratorium K3 dan Kesling akan dipindah ke lantai tiga Gedung D.

Ruangan bekas laboratorium K3 dan Kesling sendiri akan dibongkar, untuk kemudian digabung dengan mushola dan didesain ulang. Dengan begitu FKM akan memiliki mushola yang lebih besar. Jalan ini dipandang akan lebih menghemat dana, waktu dan tempat daripada mendirikan sebuah mushola baru.

Bu Chriswardani juga menuturkan, sebenarnya pembangunan FKM tidak hanya sebatas gedung D hingga lantai tiga saja, tetapi masih ada pelebaran-pelebaran bangunan baru, pembentukan ruang baru untuk aktivitas mahasiswa dan masih banyak lagi yang semuanya untuk menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Semua itu khususnya ditujukan kepada mahasiswa sebagai penyokong dana terbesar dalam pembangunan FKM Undip. ”Mahasiswa adalah nafas kita”, begitulah kiasan terakhir yang disampaikan oleh Bu Chriswardani selaku Pembantu Dekan II sebagai penutup wawancara. (-ossa-)

Explore posts in the same categories: EDISI II/TAHUN IV/APRIL 2009

One Comment pada “Gedung D, Riwayatmu Kini…..”

  1. Kinan Says:

    Ya, syukurlah kalo gitu.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: