PRMK-Puasa, Pantang… WHY not..??

Kebiasaan berpuasa dan berpantang, dalam Gereja Katolik, berlangsung selama 40 hari, yaitu pada masa Pra paskah. Selama masa Pra paskah, umat beriman Katolik diajak untuk menjalankan dan menghayati arti mati raga sebagai wujud pertobatan. Puasa dan pantang, yang menjadi praktek Gereja Katolik, sangatlah sederhana dan mudah. Puasa hanya terjadi 2 kali, yaitu hari Rabu Abu dan Jumat Agung, dengan cara makan kenyang hanya sekali sehari. Pantang terjadi 8 kali, yaitu hari Rabu Abu, enam hari Jumat lain selama Pra paskah, dan Jumat Agung. Praktek berpantang ini biasanya meliputi tidak makan daging atau ikan atau garam atau tidak jajan atau tidak merokok.

Paskah merupakan saat kebangkitan Yesus Kristus. Yesus bangkit agar manusia mengalami sukacita karena ditebus dan diselamatkan. Karya penebusan Yesus tampak secara nyata dalam parayaan Ekaristi pada hari raya yang diwajibkan, maka Gereja mengajak umat beriman Katolik untuk merayakan Ekaristi setidak-tidaknya sekali setahun, yaitu pada hari raya Paskah, dan menyambut Tubuh Kristus sebagai wujud nyata kehadiran Allah yang menyelamatkan. Tidak cukup apabila pertobatan itu hanya terjadi di dalam hati. Pertobatan harus dinyatakan dalam perbuatan nyata. Sebagai wujud menghayati makna paskah ini, maka PRMK FKM mengadakan dan mengajak teman-teman beragama katolik di lingkungan FKM untuk ikut dalam bakti sosial, yang diadakan di Panti Asuhan Wikrama Putra , Ngaliyan.

Explore posts in the same categories: EDISI II/TAHUN IV/APRIL 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: