Puyer, Layakkah Dikonsumsi??

Beberapa waktu lalu perdebatan mengenai penggunaan obat puyer mengemuka di berbagai media dan forum diskusi. Dalam pengobatan modern barat, pada awalnya puyer merupakan salah satu bentuk sediaan yang luas digunakan di seluruh dunia, terutama untuk penggunaan obat racikan/campuran. Namun, dengan kemajuan teknologi, lambat laun sediaan puyer semakin jarang digunakan di seluruh dunia. Selain karena kemajuan teknologi yang menghasilkan berbagai bentuk sediaan obat baru yang lebih aman, mudah digunakan, dan nyaman bagi pasien, sediaan obat puyer dianggap bersifat kurang stabil. Dengan demikian, lebih mudah rusak, takaran kurang akurat dan penggunaannya juga menimbulkan rasa kurang nyaman (pahit).

Banyak pihak menentang penggunaan sediaan obat puyer, terutama dari kalangan orang tua. Akan tetapi, banyak pula yang tetap mendukung penggunaan sediaan obat puyer, sebagian besar dari kalangan berprofesi dokter. Mengingat hal ini menyangkut kesehatan masyarakat luas, terutama kesehatan anak yang merupakan masa depan bangsa, sebenarnya sudah saatnya pemerintah membuat kebijakan atau pengaturan untuk sediaan obat puyer. Jadi, kesehatan masyarakat sebagai pengguna sediaan obat puyer dapat terlindung.

Sebuah penjelasan yang telah diberikan pemegang otoritas kesehatan di Indonesia saat ini tentang keamanan puyer, telah menyatakan bahwa puyer tetap dapat digunakan dalam praktek kedokteran sepanjang dibuat dengan standar yang benar dan memperhatikan komposisi obat yang rasional. Pertama, pembuatan daftar obat yang dapat dijadikan puyer atau memberikan label/tanda pada kemasan sediaan obat tablet bahwa obat tersebut dapat atau terlarang untuk dijadikan puyer. Kedua, menetapkan standar minimal prosedur, tempat, dan peralatan pembuatan sediaan puyer/turunannya di apotek atau praktik dokter sehingga kebersihan dan ketepatan takarannya memenuhi standar. Dan ketiga, mewajibkan pemberian label pada kemasan sediaan obat puyer/turunannya yang mencantumkan isi dan takaran obat yang terkandung, tanggal kadaluwarsa, cara penyimpanan, beserta nama dan alamat peraciknya. (-Luky-, dari berbagai sumber)

Explore posts in the same categories: EDISI II/TAHUN IV/APRIL 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: