SENAT-Golput Mahasiswa: Mundurnya Empati Pemuda Terhadap Bangsa

(By: Kakom. Aspirasi&advokasi)

Satu pernyataan yang menggelitik di benak saya, ketika seorang mahasiswa mengungkapkan pendapatnya tentang Pemilu di angkot.”Percuma saya milih, toh mereka hanya obral janji untuk kemudian diingkari, mending kuliah yang bener.” Sebuah keironian realita, di tengah kemegahan media pendidikan yang elit bernama kampus, ternyata akademisinya tak peduli lagi dengan nasib negaranya.

Jargon mahasiswa adalah agent of change, agen perubahan menuju Indonesia yang lebih baik. Namun, nyatanya masih banyak mahasiswa yang enggan berpartisipasi dalam perubahan tersebut. Dibuktikan dengan apatisasi terhadap Pemilu, politik, hukum kenegaraan dan sebagainya. Padahal, hakikatnya itulah ladang perjuangan mahasiswa untuk merubah tatanan Negara yang lebih ideal. Harusnya mahasiswalah yang membantu masyarakat dalam rangka pencerdasan politik dengan ikut andil dalam Pemilu.

Kenapa harus mahasiswa??? Mahasiswa menempati tempat teratas golongan masyarakat. Mahasiswa berarti pinter, mahasiswa berarti orang yang punya idealisasi yang tinggi dan mahasiswa adalah orang yang berilmu yang siap mengamalkan ilmunya dalam masyarakat. Itulah anggapan dari masyarakat tentang mahasiswa. Mahasiswa punya idealisme yang kuat dan mahasiswa adalah anak-anak yang berproses menjadi dewasa yang tengah mencari jati dirinya.

Golputnya mahasiswa dari pesta demokrasi harusnya menjadi sebuah renungan mendalam. Itu menjadi indikator mundurnya kepedulian terhadap masalah bangsa. Kalau kita golput, kemudian yang jadi pemimpin adalah orang – orang yang lalim, orang-orang yang mendahulukan kepentingan pribadi, ujung-ujungnya rakyat yang akan dirugikan. Nah kita adalah bagian dari rakyat itu. Ibu kita, bapak kita, adik kita, paman kita, tante kita adalah bagian dari masyarakat juga, yang merasakan imbas ketika BBM naik, yang mengeluh jika harga sembako mahal. Dengan apa kita membela mereka ??? Simple saja, cari pemimpin yang baik dan awasi kepemimpinanya. Kalau tak ada yang baik paling tidak pilihlah yang paling baik dari yang terparah.

Kampus sendiri pada hakikatnya adalah miniatur sistem pemerintahan Negara. Di sana ada badan eksekutif , yudikatif dan legislatif. BEM sebagai badan eksekutif dan di sisi lain ada Senat yang memegang peranan penting yaitu sebagai lembaga legislatif dan yudikatif. Fungsi Senat sendiri sangat vital sebagai wadah aspirasi mahasiswa yang dipilih oleh mahasiswa dan dipercaya untuk mewakili suara mereka. Kita sudah belajar dari sini, tinggal mempraktikannya dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sebenarnya. Bangun lagi kepercayaan kita, bahwa harapan itu masih ada. Yaitu harapan untuk menyelamatkan bangsa dan menjadikannya lebih baik. Hiduuup mahasiswa!!!!!!!!!

Explore posts in the same categories: EDISI II/TAHUN IV/APRIL 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: