UKK KETIBAN DURIAN RUNTUH….

Tahun 2009 ini, semua UKK di FKM seakan ketiban durian runtuh. Bagaimana tidak, secara tiba-tiba setiap UKK diminta untuk mendata semua barang yang dibutuhkan untuk kemudian diajukan kepada pihak Fakultas. Hal ini merupakan inisiatif dari bidang II yang dipimpin oleh Ibu Chriswardani, M.Kes. dan bekerja sama dengan bidang III yang dipimpin oleh Ir. Suyatno, M.kes. Tahun sebelumnya memang belum ada anggaran dari pihak fakultas, karena PD II dan PD III belum mengidentifikasi hal tersebut. Kemudian pada tahun 2009 ini PD II dan PD III mempunyai gagasan untuk menganggarkan dana pengadaan barang untuk semua UKK agar kegiatan mahasiswa dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Pihak pertama yang harus dilayani oleh fakultas adalah mahasiswa, karena mahasiswa ibaratnya merupakan nafas kami. Tanpa mahasiswa, tidak akan ada anggaran untuk ini, karena semua ini juga berasal dari mahasiswa,” tutur Ibu Chriswardani selaku PD II yang juga mengajar di bagian AKK ini.

Biaya untuk pengadaan barang ini berasal dari pihak Fakultas, bukan dari pihak Universitas. Fakultas diberi kebebasan sendiri untuk mengatur keuangannya. Anggaran yang digunakan untuk pengadaan barang ini berasal dari uang SPI, SPMP, SPP, PRKP, dan BMOM yang berasal dari mahasiswa

Pengadaan barang ini sangat membantu sekali bagi kami para mahasiswa. Di satu sisi ada kegiatan pengembangan organisasi dan di sisi lain dapat menunjang pelaksanaan kegiatan,” ungkap Ali Purnomo ketua senat FKM 2009.

Namun, tidak semua UKK mengajukan barang-barang yang mereka butuhkan, seperti UKK dari RC (Researh Club), stopHIVa, PRMK dan PMK. Mereka melakukan hal tersebut karena memang tidak ada barang yang sifatnya menetap yang mereka butuhkan. Tidak ada batasan bagi UKK untuk mengajukan barang yang mereka butuhkan. Akan tetapi, nantinya tidak semua barang dapat dipenuhi pihak fakultas. Pihak fakultas akan menyeleksi barang-barang mana saja yang memang sangat dibutuhkan.

Soal waktu terpenuhinya barang-barang itu sendiri, pihak fakultas belum dapat menentukan dengan pasti kapan waktunya. “Mekanisme pemberiannyapun masih akan dibahas lagi oleh PD II dan PD III beserta tim unit pengadaan barang dan Kasubag kemahasiswaan. Namun yang jelas barang-barang yang meliputi elektronik seperti AC atau komputer, pembeliannya dilakukan oleh pihak fakultas karena biayanya termasuk besar dan agar mahasiswa tidak mempunyai tanggung jawab yang cukup besar jika membeli barang tersebut sendiri,” lanjut Ibu Chriswardani. (-Shinta-)

Explore posts in the same categories: EDISI II/TAHUN IV/APRIL 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: