PMK – Mencintai Sampai Terluka

MENCINTAI SAMPAI TERLUKA

Seorang ayah sedang pergi memancing di laut bersama anaknya Fred, dan Bill, teman anaknya. Saat mereka tengah asyik memancing, badai datang mengamuk dan membalikkan perahu mereka. Sang ayah berhasil berenang ke kapal yang terbalik dan menemukan seutas tali. Sang ayah kemudian melihat Fred dan Bill yang masih berjuang di tengah badai yang mengamuk.
Pertentangan terjadi di hatinya. Ia harus memilih untuk menyelamatkan Fred, anaknya sendiri atau Bill, teman anaknya. Ia sadar Fred adalah seorang yang takut akan Tuhan dan begitu mencintai Tuhan, sedangkan Bill adalah seorang anak muda yang belum mengenal Tuhan dengan sungguh-sungguh. Dalam pergumulan hatinya, dengan hati yang pedih namun penuh keyakinan, sang ayah melemparkan tali itu ke Bill. Dalam perjuangannya menarik Bill ke atas kapal, ia melihat Fred, anak yang dikasihinya, hilang ditelan gelombang.
Bukan karena kurangnya cinta ia rela mengorbankan anaknya sendiri. Tapi sang ayah memikirkan jauh melebihi kepentingannya sendiri. Kalau anaknya harus mati, ia tahu kemana anaknya akan pergi, yaitu ke tangan Bapa surgawi yang penuh kasih. Ia sangat percaya akan hal itu. Tapi jika Bill yang meninggal, siapakah yang akan bertanggung jawab atas jiwa yang terhilang ini? Inilah arti sebuah cinta yang penuh pengorbanan, tidak memikirkan kepentingannya sendiri. Sebuah kerelaan tulus untuk mencintai sampai terluka. Namun, buahnya pun diterimanya sejalan dengan waktu. Selama bertahun-tahun setelah itu, sang ayah yang telah kehilangan anak yang dikasihinya melihat Bill bertumbuh menjadi seorang penginjil hebat dan membawa banyak jiwa datang pada Allah.
Lebih dari itu, kematian Yesus sendiri lebih dramatis dan lebih tragis dari kisah di atas, dilandasi oleh sebuah cinta yang penuh pengorbanan. Yesus hanya mengharapkan Anda mengenal pribadi Bapa yang penuh kasih. Yesus hanya ingin Anda mengalami secara pribadi kasih Bapa itu. Kasih yang ditunjukkannya melalui kematian di kayu salib. Kasih yang rela memberikan apa pun bagi Anda agar Anda mendapatkan kehidupan yang kekal dan menikmati hidup dalam kelimpahan bersama dengan Dia.
Kemarin, setiap umat Kristiani di seluruh dunia memperingati hari kematian Tuhan Yesus di kayu salib. Mungkin banyak orang yang rela mencintai orang lain sampai terluka, tapi hanya Yesus yang tidak hanya terluka tapi rela memberikan nyawanya sendiri bagi kita. Kurangkah itu bagi Anda? Jangan pernah sia-siakan kasih Tuhan bagi Anda, karena tanpa kasih Tuhan dalam hidup Anda, sebenarnya Anda tidak dapat bertahan hidup.

Hidup Anda berharga karena Tuhan sendiri begitu menghargai hidup Anda.

Yohanes 15:13
Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.

Explore posts in the same categories: EDISI III/TAHUN V?MEI?2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: