PRMK – Apakah Kesetiaan Membawa Kebahagiaan?

Apakah Kesetiaan Membawa Kebahagiaan?
Oleh Matias Adrianto
Bagi banyak orang, memperoleh kebahagiaan dan berjanji setia, tampak bagai dua hal yang bertentangan. Kesetiaan sering dianggap sebagai kewajiban yang sangat mengikat, membatasi kebebasan pribadi serta menimbulkan beban yang tak perlu. Kebahagiaan diukur dari segi sejauh atau sebanyak apa seseorang memperoleh sesuatu yang diinginkan dalam hidup. Menghayati kesetiaan dan kebahagiaan dengan cara demikian adalah salah, atau, paling tidak ia merupakan pandangan yang dangkal dan picik. (APC’09)
——————————
Terkadang kita berpikir kebahagiaan hanya didapat dengan tercukupinya semua kebutuhan kita tanpa memandang bagaimana suasana hati apakah damai atau tidak? Sungguh tidak sempurna hidup bahagia bergantung hanya pada finansial. Dalam kehidupan kita tidak akan lepas dari kesetiaan,satu hal pokok sebagai dasar relasi dengan Tuhan, orangtua, teman dll. Ketika kesetiaan telah lenyap diantara mereka pastinya retaklah relasi itu, memang sungguh sulit dalam menjalani hidup dengan warna kesetiaan banyak hambatan yang harus dihadapi.
Diam dan renungkanlah sejenak saat ketika kita mengalami kebahagiaan bersama orang lain. Ketika hati kita disentuhnya, ketika kita merasakan keakraban yang amat dalam bersamanya. Bahkan dengan hanya mengenang nya saja, kita dapat tersenyum dan merasa bahagia lagi. Yang kita ingat dari saat-saat semacam itu bukanlah kata yang diucapkan atau hadiah yang diberikan, namun kehadiran orang itu yang amat dekat di hati kita.
Kita diajak untuk mengalami kebahagiaan dan kegembiraan yang sama dalam relasi kita yang ada sekarang ini. Menjadi setia mempunyai arti yang lebih dalam dari sekedar tidak mengkhianati atau mengingkari keterlibatan kita dengan seseorang. Kesetiaan mengajak kita untuk melihat lebih jauh dari sekedar penampilan luar seseorang dan berusaha untuk memahami manusianya, yang terlindung di balik segala tindakan dan ucapannya.
Menjadi seorang yang setia berarti selalu mengusahakan dan memperhatikan dengan tulus segala sesuatu yang dapat membuat orang lain bahagia. Dengan mengurangi egoisme dan menyediakan diri bagi kebahagiaan mereka yang menjadi bagian dari diri kita.
Kesetiaan adalah ungkapan cinta
Kesetiaan tidak sama dengan ketaatan
Ketaatan mengamankan peraturan
Tetapi cinta tahu kapan harus melanggarnya
Penulis, mahasiswa FKM UNDIP Eks D3’07

Explore posts in the same categories: EDISI III/TAHUN V?MEI?2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: