profil

BAKTI SUSILO PUTRO Hmm..memang kalo udah namanya jadi Ketua BEM, gak jauh deh dari ketenaran. Siapa sih yang gak kenal Bakti Susilo Putro, seorang aktivis FKM. Nama yang akrab dipanggil Bakti ini lahir di Jakarta pada tanggal 29 Maret 1989, anak dari pasangan Bapak Suwardi dan Ibu Giyarti. Mahasiswa angkatan 2006 peminatan K3 ini, mempunyai segudang kegiatan Selain pernah menjabat sebagai ketua BEM FKM periode 2007-2008, sekarang dia aktif di berbagai organisasi internal dan eksternal kampus. Beberapa di antaranya yaitu Manajer Bisnis Research and Business Universitas Diponegoro, Environmental Care Universitas Diponegoro, Masyarakat Ilmuwan dan Teknologi Indonesia (MITI) Mahasiswa, serta Relawan Indonesia International World Camp (IIWC). Namun, dengan segala rutinitasanya tersebut tidak membuatnya kewalahan dalam mengatur waktu. Dia menjalani kesibukannya dengan totalitas. Ketika diwawancara, Bakti mengutarakan bahwa dia pernah menargetkan lulus cepat dengan IPK tinggi. Dia ingin membuktikan bahwa seorang aktivis tetap dapat survive meskipun banyak tantangan yang dihadapi. Dia ingin mematahkan image kebanyakan mahasiswa bahwa mahasiswa dengan menyandang gelar aktivis sudah barang tentu lulusnya lama dengan IPK yang senada (senasib dua koma) atau malah nasakom (nasib satu koma). Dari awal memang Bakti sudah minat dengan FKM walaupun Universitas Diponegoro bukan merupakan target utamanya. Namun, dengan itu Bakti semakin bersyukur dapat bertemu dengan orang-orang yang unik di FKM, mengenal seluruh Civitas Akademika FKM yang selalu bersahabat dan prestasi besarnya sebagai Ketua BEM FKM periode 2007-2008 lalu yang mungkin tidak dapat Bakti peroleh di Universitas lain. “Intinya mah syukuri aja semua yang telah Alloh berikan ke kita, jalani dengan optimis dan yakin bahwa kita pasti bisa, if you think you can, you can” kata Bakti. “Hidup Sekali Buat Berarti” semboyan diri yang membuatnya termotivasi untuk selalu memanfaatkan waktu dengan baik. Selain menjadi motto bagi dirinya sendiri, dia berpesan pada para pembaca untuk dapat memanfaatkan masa muda dengan baik demi masa depan agar dapat berguna bagi orang lain. Sebagai penutup Bakti menyumbangkan kemampuan sastranya dengan memberikan sebuah puisi untuk pembaca sekalian. Untukmu Sahabatku Sahabat…. Aku tidak mau hidupku sebagai beban Tidak pula sebagai sampah masyarakat atau pelengkap penderitaan saja atau hanya tulang yang terbungkus daging tanpa berarti apa-apa Sahabat…. Yang kumau hanya satu yang pasti… Hidup ini bermanfaat dan mempunyai arti.. Di dunia dan akhirat nanti…. Untuk ayah bundaku, untukmu, untuk teman-temanku dan orang-orang disekelilingku Mari teman-teman reguler, ekstensi dan LJ… Kita beri sesuatu yang berarti untuk FKM ini.. (-Luky-)

Explore posts in the same categories: EDISI III/TAHUN V?MEI?2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: