Berhentilah Jadi Gelas

Hidup adalah anugrah yang terindah, Setiap detik aku maknai dengan penuh rasa syukur. Betapa tidak? Nikmat kesehatan dan waktu luang begitu berharga di mataku. Selain itu, hidup adalah perjuangan. Yap! Perjuangan untuk menghadapi segala cobaan dengan spirit hidup yang tersisa. Semoga kisahku ini bisa menjadi suatu hikmah yang bermanfaat bagi diriku dan kawan-kawan untuk senantiasa mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh Tuhan.
Pada mulanya diriku adalah seorang gadis yang mempunyai cita-cita menjadi seorang polisi. Sejak kecil aku sangat mengagumi tokoh seorang polisi. Sewaktu SMA aku dikenal sebagai gadis tomboy di antara teman-temanku. Mungkin karena aku suka sekali olahraga dan perpenampilan seperti anak laki-laki. Aku selalu berlatih keras untuk modal mendaftar seleksi masuk akpol dan IPDN. Ternyata diriku yang telah berusaha keras, harus mengalami kegagalan di tes kesehatan. Akhirnya aku putuskan kuliah di salah satu perguruan tinggi negeri Semarang. Namun harapanku masih tinggi untuk masuk akpol dan IPDN. Setelah aku lulus kuliah, aku berencana untuk mendaftar lagi ke sana.
Awal kuliah aku jalani tanpa ada hambatan yang begitu berarti, tetapi menginjak masuk semester 3 aku mulai merasakan sesuatu yang tidak wajar pada tubuhku. Aku merasakan tubuhku mulai melemah dan sering sekali sakit. Hampir setiap minggu aku sakit dan harus periksa ke dokter. Ternyata diagnosa dokter menyatakan bahwa aku menderita radang. Hari terus berlangsung hingga aku masuk ke semester 4. Anehnya, sakitku bertambah parah karena hampir tiap akhir bulan aku harus masuk ke rumah sakit. Tidak sedikit biaya yang harus dikeluarkan oleh orang tuaku dalam membayar keperluan pengobatanku. Aku sedih sekali dengan keadaanku ini. Kadang aku sering sekali menangis karena melihat jerih payah orangtuaku yang mengharapkan kesembuhanku.
Ujian itu belum berakhir sampai di sini. Semester berikutnya aku harus mangalami ujian terberat, yakni aku harus terbaring koma di rumah sakit selama 1 bulan. Kondisiku yang semakin parah membuat orang tuaku semakin bersedih. Tapi mereka tetap berusaha sekuat tenaga untuk memberikan yang terbaik untukku. Aku telah dirawat di beberapa rumah sakit namun kondisiku semakin kritis dan tidak sadarkan diri. Penyakit yang ada dalam tubuhku ini ternyata mengalami komplikasi. Menurut dokter, aku didiagnosa menderita penyakit meningitis, liver, typhus serta gangguan lambung kronis. Orangtuaku begitu shock melihat keadaanku yang saat itu sedang kritis. Namun berkat doa tulus mereka, Tuhan memberikan suatu keajaiban yang luar biasa. Aku bisa melewati masa kritisku itu. Aku menangis dalam hati seraya mengucapkan rasa syukur sedalam-dalamnya.
Tak terasa satu bulan berlalu. Namun aku masih dalam masa penyembuhan dan harus menggunakan kursi roda. Aku sedih sekali karena aku harus bergantung kepada orang lain. Cobaan lainnya adalah waktu kuliah harus aku tinggalkan. Aku harus mengulang tahun depan bersama adik kelas. Tapi itu semua tidak membuatku harus terpuruk dengan kesedihan yang berlarut-larut.
Setiap orang unik dalam menghadapi persoalan hidupnya masing-masing. Ada yang menikmati cobaan dengan senang hati dan ada pula yang putus asa. Segala masalah dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang atau lebih. Banyak permasalahan yang aku alami selama ini sudah ditentukan Tuhan. Aku sadari bahwa permasalahan itu tidak melebihi batas kemampuanku. Tidak ada seorangpun di dunia ini yang bebas dari penderitaan hidup. Namun pernah aku mengambil hikmah dari sebuah cerita, bahwa penderitaan yang dialami manusia tergantung dari besarnya hati yang menampungnya. Aku ingin berhenti menjadi sebuah gelas. Aku ingin jiwaku seluas samudera, yakni menerima segala cobaan dengan lapang dada.

^Catatan sang pengambil hikmah^

Explore posts in the same categories: 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: