Bhinuri Damawanti, SKM

Lama kelamaan saya menemukan arti diri: bahwa saya sudah terbeli dengan uang rakyat. Dengan pernyataan tersebut saya memiliki kesempatan yang sangat luas untuk mengembangkan diri sekaligus memperbaiki system yang ada. Banyak teman-teman yang apatis terhadap pendapat tersebut, namun yang jelas kita tidak hanya bisa memperbaiki Indonesia tanpa ikut turun tangan masuk ke system.

Bhinuri Damawanti, SKM salah seorang alumni FKM yang saat ini bekerja sebagai sekretaris dari Sekretaris Inspektorat Jenderal (Eselon II, atau pejabat di bawah menteri dua tingkat) di Kementerian Kesehatan RI. Sebelum bekerja sebagai sekretaris, alumni FKM Undip ini bekerja sebagai staff di bagian Pengaduan Masyarakat Inspektorat Jenderal. “Tidak ada bedanya, masih sama sebagai staff biasa, hanya load kerja dan ritme bekerja yang berbeda dan tentu ilmu yang diambil pun berbeda”, tutur Mbak Bhin, sapaan akrab beliau.

Keputusan menjadi PNS adalah sebuah pilihan yang sulit karena mbak Bhin harus meninggalkan tanggung jawabnya di LSM. “Walaupun pada kenyataannya sebagai CPNS di Jakarta saat ini saya lebih sering pulang di atas jam 7 malam. Lama kelamaan saya menemukan arti diri bahwa saya sudah terbeli dengan uang rakyat. Dengan pernyataan tersebut saya memiliki kesempatan yang sangat luas untuk mengembangkan diri sekaligus memperbaiki system yang ada. Banyak teman-teman yang apatis terhadap pendapat tersebut, namun yang jelas kita tidak hanya bisa memperbaiki Indonesia tanpa ikut turun tangan masuk ke system” ujar mbak Bhin.

Mbak Bhinuri adalah seorang siswa yang berprestasi sejak SMA. Beliau mendapat beasiswa BMU yaitu beasiswa yang diberikan untuk siswa SMA yang berprestasi dan tidak mampu untuk sekolah di universitas di seluruh Indonesia. Selain itu, beliau menerima beasiswa ETOS (pada saat itu terdapat kebijakan boleh mendapat 2 beasiswa). Setelah lulus SMA, beliau mengambil jurusan Teknik Elektro melalui jalur PMDK (saat ini PSSB) dan SPMB. Sedangkan FKM sebagai pilihan kedua dalam SPMB. “Namun Allah memberi jalan yang terbaik, ketika akhirnya saya diterima di FKM UNDIP dan hari pertama kuliah di FKM merupakan hari bersejarah karena pertama kalinya seorang saya memakai kerudung,” ujarnya.
Pilihan mbak Bhinuri mengambil jurusan FKM UNDIP didasarkan dari dorongan orang tua, khususnya Ibu. Sang Ibu terinspirasi oleh anak rekannya yang lulusan FKM UNDIP dan mengalami kesuksesan. Definisi sukses menurut beliau adalah mendapatkan pekerjaan yang baik, serta memiliki pengetahuan, seperti misalnya mampu memberikan penyuluhan mengenai kesehatan reproduksi dan KB kepada ibu-ibu PKK di kelurahan. “Mungkin Ibu terkesan senang saat itu. Saat itu kuliah di FKM begitu excited ketika mengikuti salah satu program di PKBI (Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia), mengingat anak teman ibu tersebut juga bekerja di PKBI,” ungkap mbak Bhinuri.

Alumni yang lahir pada 14 Januari 1987 ini merupakan mahasiswa yang sangat aktif di berbagai organisasi, baik organisasi di lingkup FKM maupun di luar FKM. Beliau tergabung dalam GAMAIS, ROHIS UNDIP, KAMMI, PH, Manunggal, Stophiva, KSR, dan IIWC PKBI. Paling awal adalah di GAMAIS, namun sepertinya terdapat suatu dorongan yang kuat untuk lebih ke pers mahasiswa, hingga akhirnya lebih banyak berkontribusi di sana. Setelah mencapai tingkat akhir kuliah, beliau lebih banyak beraktivitas di luar universitas, seperti beraktivitas di LSM IIWC PKBI. IIWC PKBI adalah kepanjangan dari Indonesia International Work Camp of Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia. Secara informal, IIWC berdiri pada bulan September 1999 saat PKBI menyelenggarakan work camp yang pertama di Mijen, Kabupaten Semarang bekerjasama dengan NICE (Never Ending International work camp Exchange) Japan, yaitu sebuah organisasi work camp dari Jepang. Melihat keberhasilan dan hasil positif work camp yang pertama, maka terbentuklah IIWC yang secara institusional merupakan bagian dari PKBI Jawa Tengah yang kantor pusatnya berada di Semarang. Peserta work camp IIWC berasal dari Indonesia dan beberapa negara lain seperti Jepang, Slovakia, Yunani, Perancis, Italia, Inggris, Jerman, Belgia, Kanada, Spanyol, dll.

Semasa berada di FKM, AKK dan PKIP menjadi peiminatan yang paling menarik perhatian mbak Bhinuri. Awalnya beliau lebih tertarik pada peminatan AKK daripada PKIP. “Melihat bahwa sepertinya lebih menyenangkan dan mudah untuk bekerja indoor sebagai wanita karier berkaitan dengan konsep dan manajemen daripada bekerja outdoor untuk memberikan semacam penyuluhan kepada masyarakat,” penjelasan beliau mengenai pilihan peminatan. Namun seiring dengan perkembangan soft skill, kedekatan emosional dan psikologis dengan dosen-dosen, kesibukan di organisasi mahasiswa dan penyamaan frekuensi mimpi beliau dengan realita ritme kuliah, akhirnya beliau memutuskan untuk mengambil peminatan PKIP. Keputusan ini diambil dengan beberapa alasan yaitu jumlah peminatnya sedikit sehingga persaingan dalam memperoleh pekerjaan akan lebih mudah. Menurut beliau, PKIP adalah satu-satunya peminatan yang menyediakan beasiswa lanjutan ke S2 untuk program Promosi Kesehatan. Sedangkan ilmu yang didapatkan seperti: diklat, komunikasi, dan etika rrganisasi. “Pertimbangannya adalah saat itu saya sedang senang-senangnya beraktivitas di LSM yang lebih membutuhkan ilmu tentang pembuatan program kegiatan kesehatan, pengukuran indikator pencapaian, komunikasi efektif, dan pemberdayaan masyarakat. Sealin itu, saya memiliki kecenderungan untuk lebih dekat dengan dosen-dosen PKIP,” ungkap beliau. Perjuangannya untuk menyelesaikan skripsinya tidak sia-sia. Skripsi yang disusunnya berhasil masuk ke dalam jurnal nasional UI bersama dosen pembibingnya Dr. Laksmono Widagdo, SKM, MHPED.
Namun ketika terjun dalam pekerjaan, ternyata materi yang didapat semasa kuliah hanya terpakai sekitar 25 persennya saja, selebihnya adalah softskill yang berperan penting. “Softskill sangat berperan dalam meraih posisi saya hingga sekarang ini. Softskill terbentuk dari situasi demokratis antara dosen dan mahasiswa semasa kuliah. Ketika diskusi terjadi, ada penghormatan terhadap pendapat generasi muda, terasa seperti kita sangat dihargai. Itu hal yang sangat langka,” ujarnya.

Ketika ditanya tentang kepuasan atas apa yang telah diraihnya, alumni yang pernah bekerja di LSM IIWC ini berujar bahwa setiap orang seharusnya tidak pernah merasa mapan dengan dirinya, karena hidup yang konstan dan mampu beradaptasi adalah hidup yang selalu tidak puas atas pencapaian sesuatu. Yang patut diperhatikan adalah perbedaan antara ketidakpuasan dan ketidakbersyukuran. “Masih banyak impian saya yang belum terlaksana, dan masih dalam proses meraih ke arah sana. Sebagai seorang manusia, kita perlu meyakini bahwa kita hanya perlu melakukan yang terbaik untuk menjalani hidup ini,” ungkap beliau.

Menurut mbak Bhinuri, saat sebagai mahasiswa adalah saat dimana sebuah idealisme dibentuk, bekal ini sangat diperlukan untuk Indonesia ke depannya. “Pahamilah ilmu di bangku universitas dengan sebaik-baiknya, jalanilah proses dengan sebaik-baiknya, hingga menjadi mahasiswa terbaik. Jangan pernah lupakan apa yang dijalani saat di bangku kuliah karena dibutuhkan ketika bersosialisasi dengan masyarakat. Kontribusi lulusan FKM yang kompeten dan idealis sangat diperlukan untuk mendukung system kesehatan Indonesia ke depannya,” pesan mbak Bhinuri.

Explore posts in the same categories: 1

2 Komentar pada “Bhinuri Damawanti, SKM”


  1. Hehe turut bangga untuk temenku Bhinuri, atas profilnya di halaman jurnal Publicahealth, Pesenku berhati-hatilah dengan pujian, karena pujian itu Candu!!!. Anyway namanya salah tuh seharusnya Bhinuri Damawanti, bukan Darma kaya terdengar seperti istrinya pak Darmono?!?! hehe


  2. Hehe turut bangga untuk temenku Bhinuri, atas profilnya di halaman jurnal Publicahealth, Pesenku berhati-hatilah dengan pujian, karena pujian itu Candu!!!. Anyway namanya salah tuh seharusnya Bhinuri Damawanti,


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: