BOK (BANTUAN OPERASIONAL KESEHATAN)

Pada era globalisasi, pembangunan kesehatan di Indonesia lebih menitikberatkan pada aspek preventif dan promotif dengan tidak meremehkan aspek kuratif dan rehabilitatif. Hal ini bisa dibuktikan dengan pencanangan program Indonesia Sehat 2010 yang merupakan gambaran masyarakat Indonesia di masa depan yang ingin dicapai adalah masyarakat yang antara lain hidup dalam lingkungan yang sehat dan mempraktikan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Derajat kesehatan merupakan pilar utama selain ekonomi dan pendidikan yang akan membangun kualitas suatu bangsa. Oleh karena itu, dibutuhkan proses pembangunan kesehatan masyarakat yang berkesinambungan dan intensif. Dalam rangka membangun kesehatan masyarakat Indonesia, pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan meluncurkan beberapa program yang diharapkan akan semakin mempercepat proses pembangunan kesehatan di Indonesia, salah satunya adalah dengan meluncurkan program BOK (Bantuan Operasional Kesehatan).
Seperti yang diuraikan oleh Ibu Menteri Kesehatan, dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr. PH, dalam jumpa pers Seminar Nasional yang bertempat di gedung Prof. Sudharto Undip (13/3), BOK adalah bantuan operasional kesehatan yang merupakan subsidi pemerintah dalam bidang kesehatan. Bantuan ini ditujukan untuk membiayai pelayanan kesehatan yang selama ini masih dirasa kurang memadai. BOK ini akan diperuntukkan guna meningkatkan pelayanan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) agar kesenjangan pelayanan kesehatan antara puskesmas dan rumah sakit terutama pelayanan preventif kesehatan semakin tipis.
Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Budihardja Singgih mengatakan dana tersebut tidak boleh untuk pengadaan, hanya untuk operasional saja misalnya operasional audit maternal perinatal, pemantauan wilayah setempat untuk gizi dan kesehatan ibu anak, imunisasi, rumah tangga berperilaku hidup bersih dan sehat, penanganan penyakit MDGs seperti HIV/AIDS, tuberculosis, malaria, serta kesehatan lingkungan, promosi kesehatan, pencegahan penyakit dan pembinaan kesehatan berbasis masyarakat. Beliau menjelaskan bahwa operasional puskesmas meliputi seluruh kegiatan dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pelaksanaan program yang direncanakan. Tiap puskesmas harus membuat perencanaan kegiatan rutin bulanan dan tahunan serta menetapkan target program yang hendak dicapai dalam jangka waktu tertentu. Selain itu, pelaksanaan program yang direncanakan juga akan dievaluasi keberhasilannya dengan melihat capaian indikator keberhasilan program. “Dengan bantuan dan berbagai mekanisme ini, diharapkan dapat menghidupkan kembali peran puskesmas dan posyandu,” jelas beliau.
Mulai tahun 2010 Kemenkes memberikan dana bantuan operasional, untuk sekitar 8.500 puskesmas. “Setiap puskesmas mendapat Rp 10 juta. Namun, khusus untuk 300 puskesmas di tujuh kabupaten yang ada di wilayah Jawa, Bali. Kalimantan, Sumatra, Sulawesi, Maluku, dan Papua, pemerintah akan memberikan bantuan operasional kesehatan Rp 100 juta,” ungkap Bu Menkes. Beliau menyebutkan puskesmas-puskesmas di tujuh wilayah tersebut dijadikan uji coba untuk mengetahui berapa banyak dana operasional yang dibutuhkan puskesmas agar kegiatannya optimal.
Selain dari tujuan di atas, BOK ini rencananya juga akan digunakan untuk merevitalisasi puskesmas. Sebagaimana diketahui puskesmas mempunyai peran yang sangat besar dalam membangun kesehatan masyarakat. Peran tersebut terlihat dari keberhasilan puskesmas membantu pemerintah untuk menurunkan angka kematian ibu, bayi, dan balita, memperbaiki status gizi bayi dan balita, serta menurunkan kejadian penyakit-penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi. Maka dari itu pemerintah ingin meningkatkan peran puskesmas melalui upaya merevitalisasinya yaitu menjadikan puskesmas sebagai pusat pemberdayaan wilayah berwawasan kesehatan, sebagai pusat pemberdayaan masyarakat, sebagai pusat layanan kesehatan primer, dan sebagai pusat layanan kesehatan peorangan primer.
Pemerintah masih menyusun skema dan mekanisme penyaluran bantuan operasional kesehatan tersebut yang nantinya akan diatur lebih jelas distribusi pemanfaatannya. Selain itu mekanisme distribusi tersebut akan dikirim melalui pemerintah daerah, baik dinas kesehatan maupun langsung ke rekening puskesmas.
BOK diharapkan akan semakin meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia dan menjadikan Indonesia menjadi bangsa yang sehat. Namun, semua itu tidak akan sukses tanpa adanya kontribusi dari semua pihak termasuk juga masyarakat. Oleh karena itu, dalam sambutan terakhirnya dalam seminar nasional ibu Menkes memberi pesan untuk saling bantu-membantu dalam pembangunan kesehatan, saling bersinergi, dan bersemangat untuk mencapai Indonesia Sehat.
Salam sehat !!! (-bela-)

Explore posts in the same categories: Tak Berkategori

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: