PERUBAHAN APBD KESEHATAN KOTA SEMARANG

Pembiayaan bidang kesehatan merupakan sumbangan yang sangat penting untuk dapat berjalannya program kesehatan. Pembiayaan bidang kesehatan berasal dari beberapa sumber misalnya APBD (APBD kabupaten dan propinsi), APBN serta pinjaman atau hibah. Pada tahun 2010 terjadi penurunan APBD Kota Semarang akibat turunnya dana alokasi umum (DAU) dan dana alokasi khusus (DAK) dari pemerintah pusat. Namun penurunan APBD tersebut secara keseluruhan tidak mempengaruhi proporsi dana kesehatan. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, dr. Tatik Suyarti, M.Kes. Semula anggaran kesehatan tahun 2010 direncanakan akan mengalami penurunan dari 50,1 M menjadi 36,5 M seiring penurunan APBD Kota Semarang. Namun pengalokasian anggaran dana Dinas Kesehatan tidak jadi mengalami penurunan karena berbagai pertimbangan, mengingat sektor kesehatan merupakan sektor yang sangat perlu diperhatikan.
Menurut drg. Lucia Surjani T, DESS selaku Kepala Sub Bagian Perencanaan Dinas Kesehatan Kota Semarang menjelaskan bahwa alokasi anggaran dana kesehatan mengalami kenaikan sebesar 1,39%. APBD Kesehatan tahun 2010 sejumlah 50,8 M dialokasikan untuk berbagai program kesehatan antara lain program upaya kesehatan masyarakat, program obat dan perbekalan kesehatan, program promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat, program perbaikan gizi masyarakat, program pengembangan lingkungan sehat, program pencegahan dan penanggulangan penyakit menular, program standarisasi pelayanan kesehatan, program pengadaan, peningkatan dan perbaikan sarana kesehatan, program peningkatan keselamatan ibu melahirkan, program peningkatan pelayanan kesehatan anak balita dan lansia, program informasi kesehatan serta program pengawasan dan pengendalian kesehatan makanan.
Dari 13 program kesehatan tersebut, program upaya kesehatan masyarakat menghabiskan setengah porsi anggaran, yakni sejumlah 26.951.191.650. “Jenis program upaya kesehatan masyarakat yang mengalokasikan dana terbesar antara lain pelayanan kesehatan penduduk miskin di Puskesmas sebesar 13 M dan kegiatan operasional Puskesmas sebesar 12 M,” jelas Ibu Lucia mengenai alokasi anggaran program upaya kesehatan masyarakat.
Dalam perencanaan anggaran kesehatan, diperlukan suatu langkah strategis POAC (Planning, Organizing, Action, and Controlling) dalam menghadapi kendala yang mungkin dihadapi. “Langkah strategis kami dalam mengoptimalkan penggunaan APBD kesehatan adalah melakukan perencanaan anggaran tiap bulan, menindaklanjutinya dengan evaluasi dan monitoring secara terus-menerus,” ungkap Ibu Kepala Dinkes Kota Semarang saat mengakhiri wawancara dengan PH. (-bluepen & fikri-)

Explore posts in the same categories: Tak Berkategori

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: