PROFIL: Thukul Prasiddha Handayani PEJUANG PEKSIMINAS X

Thukul Prasiddha Handayani atau yang biasa dipanggil Achid tentu sudah tidak asing lagi di telinga mahasisswa FKM Undip. Bagaimana tidak, putri tunggal dari pasangan Sumarto dan Sri Ahyani ini Telah banyak mengukir prestasi di bidang seni, khususnya membaca dan menulis puisi. Sudah banyak tinta emas yang ditorehkannya dalam buku prestasi semasa SMA hingga sekarang, antara lain yaitu:
Juara I Lomba Pidato Putri Gaya Bung Karno Tingkat Kabupaten
Juara II Lomba Baca Geguritan Tingkat Kabupaten
Juara II Lomba Menulis Puisi Tingkat Umum
Juara III Lomba Puisi Religius Se-Jawa Tengah
Juara Harapan I English Debate Competition Tingkat Kabupaten
Juara I Lomba Baca Puisi Se-Undip
Perempuan kelahiran Pemalang, 6 September 1989 ini, kini sedang mengenyam pendidikan semester 4 di FKM Undip. Sosoknya yang bersahaja membuatnya mudah bergaul dengan siapa saja. Selain bersahaja, dalam bidang akademikpun ia patut untuk dijadikan contoh. Buktinya, ia berhasil mendapatkan IPK 3,54.
Menulis dan membaca memang sudah menjadi hobinya sedari kecil. Ia mengungkapkan, jika jiwa seni dalam bersastra merupakan turunan dari sang ayah. Dalam penuturannya ia mengatakan jika sang ayahlah yang menjadi inspirasi baginya dalam menulis. “Waktu saya kecil, tempat ayah bekerja jauh dari rumah, dan saya sering mendapati ibu sedang membaca surat dari ayah, sehingga dari situlah saya mulai suka dengan menulis,” ucapnya. Perempuan yang bercita-cita menjadi seorang novelis ini, sebenarnya telah banyak menulis tulisan-tulisan fiksi. Hanya saja, ia merasa jika tulisannya belum layak terbit.
Saat ini, dia sedang fokus mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba membaca puisi dalam ajang PEKSIMINAS, yang menurut rencana akan dilaksanakan di Pontianak. Harapannya, dengan mengikuti PEKSIMINAS ini ia bisa mengharumkan nama FKM Undip di tingkat Nasional melalui prestasi-prestasi cemerlang yang diraih oleh mahasiswanya. Bukan hanya itu saja, ia pun ingin menunjukan pada khalayak umum bahwa orang kesehatan bisa berhasil dalam bidang seni. “Apa yang sudah terjadi di belakang kita belum seberapa dengan yang di depan, maka bersiaplah untuk masa depan. Jangan pernah puas dengan ilmu yang sudah didapat.” Itulah motto hidup Achid yang selalu membuatnya selalu bersemangat dalam setiap aktivitas.
Actually, dalam mengikuti lomba ini, ia merasa ragu karena jadwal kuliah yang padat. Akan tetapi, berkat dorongan dari teman-temanya, ia mampu mengalahkan keraguannya itu. Tujuan utamanya mengikuti lomba ini adalah ingin membuat kedua orang tuanya bangga. Ia menambahkan, dengan membaca puisilah ia bisa mengungkapkan segala macam perasaan yang ada dalam hatinya. Dalam mengakhiri sesi wawancara, sang pejuang PEKSIMINAS ini berpesan, “Tulislah setiap ada kesempatan untuk menulis, walaupun itu hanya berupa tulisan-tulisan ungkapan perasaan”.
(-nindya-)

Explore posts in the same categories: Tak Berkategori

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: