SENAT: Sekilas tentang Pemilihan Dekan

Pergantian Dekan memang masih beberapa bulan lagi, akan tetapi banyak mahasiswa yang belum mengetahui jika pada tahun ini akan diadakan pemilihan Dekan, dikarenakan sudah hampir 4 tahun Ibu Dr. VGA Tinuk Istiarti, M.Kes menjabat sebagai Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat. Akan tetapi sudah menjadi kebijakan Rektor bahwa mahasiswa tidak diikut sertakan dalam pemilihan ini. Meski demikian, mahasiswa berharap diadakannya revisi mengenai kebijakan tersebut. Bukan tanpa alasan jika mahasiswa menginginkan hal tersebut. Hal itu terkait dengan tugas Dekan yang merupakan orang nomor satu di Fakultas, yang notabenenya sebagai penentu kebijakan bagi mahasiswa di Fakultas Kesehatan Masyarakat. Hampir sebagian mahasiswa FKM tidak mengetahui mengenai proses pemilihan Dekan, karena kegiatan ini dilakukan setiap 4 tahun sekali, dimana saat Mahasiswa Baru masuk, Ibu Dr. VGA Tinuk Istiarti. M.Kes telah terpilih sebagai Dekan FKM.
            Meski demikian, Sutrusmi salah seorang mahasiswi FKM yang tidak lain merupakan Ketua Senat mahasiswa menuturkan, “Dulu dalam pemilihan Dekan, mahasiswa tidak sedikit pun diikut sertakan. Akan tetapi, pada masa Dayan yang merupakan mahasiswa FKM sekaligus menjabat sebagai Ketua Senat mahasiswa tahun 2007 lalu, Dia mulai mengadakan kontrak politik dengan para calon Dekan”. Masih menurut penuturan Sutrusmi, bahwa ketika mahasiswa ikut andil dalam memberikan suara, hal tersebut juga secara langsung memberikan pelajaran mengenai arti demokrasi. Kebanyakan mahasiswa mengibaratkan Fakultas sebagai miniatur sebuah negara, dimana ketika diadakannya pemilu, semua masyarakat ikut serta dalam menentukan siapa yang pantas menjadi presiden.
            Bapak Priyadi Nugraha, M.Kes yang merupakan dosen PKIP sekaligus menjabat sebagai Ketua Senat Fakultas menuturkan, bahwa selama ini mahasiswa merasa bahwa suara mereka tidak didengar. Padahal sebenarnya, suara mahasiswa juga berpengaruh, karena menjadi pertimbangan bagi Senat Fakultas dalam pemilihan Dekan.
            Dalam Peraturan Rektor memang disebutkan bahwa yang berhak ikut serta dalam pemilihan Dekan adalah Senat Fakultas. Dimana anggotanya terdiri dari Dekan, Pembantu Dekan, Kepala Bagian, dan perwakilan dosen. Tidak semua dosen berkontribusi dalam menyalurkan suara. Pada tahun ini, ada syarat baru bagi calon Dekan yang merupakan kebijakan baru dari Rektor, yaitu harus seorang doctor atau telah mengantongi ijazah S3.
            Sementara itu mahasiswa berharap jika pada pemilihan Dekan tahun ini, mereka dapat berkontribusi dengan menyalurkan hak suara mereka. Walaupun dalm perturan Rektor tidak dicantumkan mengenai suara mahasiswa. Hal ini kembali lagi kepada fungsi mahasiswa yang kritis terhadap reformasi birokrasi. -nindya-

Explore posts in the same categories: Tak Berkategori

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: