PBL 2 DAN KKN TEMATIK

ebagian dari mahasiswa FKM Undip mungkin sedikit asing dengan metode baru sistem pendidikan yaitu Praktik Belajar Lapangan 2 dan KKN tematik. Kedua program tersebut akan dilaksanakan dalam waktu dan tempat yang sama yakni pada bulan Oktober di daerah Demak. KKN tematik adalah KKN khusus yang temanya disesuaikan dengan fakultas bersangkutan. Artinya, tema dari KKN FKM tentu akan berhubungan dengan kesehatan masyarakat. Hal ini akan sangat berbeda dengan KKN reguler dari Undip yang bersifat umum. Tujuan dari metode KKN tematik tentunya untuk memajukan kompetensi mahasiswa FKM Undip terhadap permasalahan-permasalahan kesehatan masyarakat yang lebih khusus sehingga dihasilkan intervensi maupun pemecahan masalah yang lebih baik.

Metode yang akan segera diberlakukan khusus untuk angkatan 2007 dan angkatan sesudahnya ini nampaknya akan membawa keuntungan tersendiri bagi mahasiswa FKM, di mana pengkajian masalah lebih spesifik dibandingkan mengikuti KKN Reguler dari Universitas. Hal ini tentu akan menunjang kita menjadi seorang ahli kesehatan masyarakat yang berkompeten. Keuntungan lain dari pelaksanaan KKN tematik ini yaitu diakui sebagai KKN tematik juga PBL 2, sehingga mahasiswa akan memperoleh nilai ganda.

Syarat KKN yang multidisiplin membuat pelaksanaan KKN tematik dan PBL 2 FKM Undip tidak berdiri sendiri, yang berarti harus ada fakultas lain yang ikut bergabung tetapi FKM tetap bertugas untuk mengkoordinir. Faklutas yang ikut bergabung, seperti psikologi, teknik, maupun ekonomi tetap akan saling bekerja sama namun menaungi bidangnya masing-masing. Misalnya saja di daerah tersebut ada upayaupaya sektor informal, seperti perbengkelan yang digarap oleh teknik dan UKM yang dikoordinir ekonomi.

Mahasiswa lintas jalur KKN tematik untuk ma pada bulan Oktober mendatang nampaknya sedikit berbeda untuk angkatan selanjutnya karena mahasiswa alih jalur 2007 sudah mendaftar di KKN reguler. Dengan demikian pihak fakultas tetap akan membiarkan mahasiswa alih jalur untuk mengikuti KKN Reguler dari Undip dengan catatan mereka akan mendapatkan penugasan. Sedangkan untuk mahasiswa alih jalur angkatan selanjutnya akan mengikuti program PBL 2.

PBL 2 yang dilaksanakan oleh FKM sendiri merupakan tindak lanjut dari hasil yang didapatkan pada PBL 1, yakni laboratorium kesehatan masyarakat sebagai wadah dari PBL 1 dan PBL 2 yang menaungi kita di unit penelitian dan unit pengabdian dengan tetap mengutamakan tri dharma perguruan tinggi.

dr. Ari Suwondo, MPH selaku Pembantu Dekan 1 FKM Undip menjelaskan program kelulusan yang diusahakan 3,5 tahun FKM saat ini memang tidak luput dari berbagai kendala. Namun hal tersebut akan terlaksana dengan baik jika mendapat dukungan dari seluruh pihak, khususnya mahasiswa. Manajemen waktu yang baik perlu dipersiapkan oleh setiap mahasiswa. Apabila ada waktu yang kosong bisa dipakai untuk magang atau pembuatan proposal. Beliau pun menuturkan harapan agar mahasiswa yang melakukan program PBL mendapatkan kompetensi berupa soft skill yang lebih terasah. “Pada PBL 1 soft skillnya berupa community diagnosis yaitu mendiagnosa kondisi yang ada di komunitas dan cara mendiagnosanya masih dalam bentuk kelompok, tapi pada PBL 2 dalam individu/ mandiri. Oleh karena itu, mahasiswa yang ikut PBL 2 seharusnya tidak canggung lagi sewaktu terjun ke lapangan, baik komunikasi maupun manajemen kepemimpinan. Nah, kemampuan itulah yang diharapkan ada pada mahasiswa jika lulus nanti dimana komunikasi dengan masyarakat maupun instansi yang terkait serta pemecahan masalah-masalahan kesehatan bisa dilakukan dengan sangat baik”, ujar beliau menambahkan.

Harapan yang sama juga dituturkan oleh Wakil Ketua Senat FKM Undip, Elang Merayu Sukma yang ingin meraih gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat dalam waktu cepat. Menurutnya audiensi menyangkut PBL 2 dan KKN Tematik yang dilaksanakan pada Rabu, 28 April lalu membawa angin harapan baru di kampus FKM tercinta. Mahasiswa Peminatan K3 ini berharap dengan adanya program terstrukur tersebut, akan mengantarkan dirinya dan rekan seperjuangannya lulus sebagai SKM hanya dengan 3,5 tahun. “Sesuai dengan filosofinya pak Ari dong. Masuk bersama, keluar pun bersama”, ungkapnya saat ditemui pH di ruang BEM.

Hmm, tentunya semua mahasiswa berharap yang terbaik dari program luar biasa yang dirancang oleh birokrasi. Kita tunggu saja sosialisasi dan jadwal resminya dengan penuh pengharapan agar program ini sukses mengantarkan kita menjadi seorang ahli kesehatan masyarakat yang membanggakan bangsa dan negara, khususnya almamater kita tercinta.

(-Fina n’ Dore-)

Explore posts in the same categories: EDISI III/TAHUN VI/MEI/2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: